Review: Kebebasan Berkolaborasi Tanpa Batas Bersama #switch

Saya sangat mengandalkan jaringan switch untuk tetap bisa terhubung.

Review: Kebebasan Berkolaborasi Tanpa Batas Bersama #switch. (Foto: Shutterstock.com)

Review: Kebebasan Berkolaborasi Tanpa Batas Bersama #switch. (Foto: Shutterstock.com)

Saya sangat mengandalkan jaringan switch untuk tetap bisa  terhubung.

Saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kita memang disarankan untuk di rumah saja dan menjaga jarak dengan orang lain. Tetiba kebebasan raga terenggut, namun apakah kebebasan jiwa dan pikiran harus hilang juga?

Dua minggu pertama sejak PSBB ditetapkan oleh pemerintah, saya benar-benar mati gaya. Bayangkan manusia ekstrovert harus berdiam di rumah dan tidak berinteraksi dengan orang lain. Sebetulnya hal paling menyedihkan adalah ketika tidak boleh ke kampus. Tahun ini saya kembali ke kampus untuk mengikuti program Apple Developer Academy yang baru hadir di Batam.

Seharusnya setiap hari saya menyambangi kampus yang berada di kawasan Nongsa. Tapi kini hanya bisa belajar online seperti kebanyakan siswa di negeri ini. Tantangan terberat adalah mengerjakan tugas kelompok tanpa tatap muka. Mau tidak mau menggunakan aplikasi video conference yang sering melahirkan kesalahpahaman karena tak memiliki skill komunikasi online. Apakah ini termasuk  gaptek (gagap teknologi)?

Review: Kebebasan Berkolaborasi Tanpa Batas Bersama #switch. (Foto: Danan Wahyu Sumirat)



Kisah berlanjut dengan WFH (working from home) yang harus “ber-zoom ria” dalam episode rapat harian tanpa jeda. Kelihatannya di rumah saja tapi sibuk luar biasa. Sejujurnya saya merasa stres. Tanpa piknik  berdiam di rumah  tapi bekerja dan belajar keras bagai kuda. Masalah pun menjadi sempurna ketika jaringan internet tidak stabil. Mau mencari layanan internet baru? Tidak semudah itu Bambang. Wong keluar rumah saja sulit lalu harus mendatangi kantor penyedia jasa internet. Belum lagi nanti ada petugas yang survei ke rumah. Bagaimana dengan protokol kesehatannya?

Menemukan switch

Perjumpaan tak sengaja itu, ketika saya mencari provider yang mampu memberikan koneksi stabil di jaringan 4G di Batam. Awalnya memang sempat ragu karena switch  tidak memiliki galeri di Batam. Bagaimana nanti jika mengeluh dan ada masalah? Namun, setelah membaca lebih saksama, ternyata  switch merupakan layanan telco digital dari Switch Mobile Indonesia.

Review: Kebebasan Berkolaborasi Tanpa Batas Bersama #switch. (Foto: Danan Wahyu Sumirat)



Sepertinya untuk meminimalisir kontak fisik, switch patut dicoba karena starterpack-nya dapat dibeli online atau e-commerce, seperti Shopee, Blibli dan Tokopedia. Cara aktivasinya dapat dilakukan di aplikasi yang diunggah melalui perangkat AOS dan iOS. Pengguna dapat memilih nomor sendiri sesuai keinginan dan paling penting tidak akan ada drama pulsa termakan internet alias anti sedot pulsa. Pasalnya, switch tidak menggunakan pulsa sama sekali. Kalau butuh kuota internet tinggal beli paket data, SMS atau menit telepon, jadi lebih aman, deh.

Pilihan Base Plan atau paketnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Pokoknya sangat fleksibel, tidak ada paket bundling begadang yang tidak dibutuhkan. Sebetulnya yang saya butuhkan koneksi internet stabil di jaringan 4G untuk aktivitas video conference atau sesekali mengunggah video YouTube.

Review: Kebebasan Berkolaborasi Tanpa Batas Bersama #switch. (Foto: Danan Wahyu Sumirat)



Berkarya dan berkolaborasi menghilangkan kejenuhan

Siapa sih, yang tidak jenuh tiga bulan penuh di rumah? Saya yang biasanya setiap akhir pekan selalu melakukan perjalanan, kini menghadapi kenyataan bahwa transportasi darat dan laut dari dan ke Batam ditutup. Rasanya tidak bijak jika hanya meratapi nasib karena pandemi.

Bulan pertama, saya mulai berkebun untuk  menghibur diri. Meski hasilnya tidak maksimal,  paling tidak saya belajar sesuatu. Dari hasil kebun hidroponik yang tidak seberapa, saya mulai belajar memasak lalu muncul ide membuat channel YouTube “Mak Unyeng”. Konsepnya video memasak rumahan berdurasi 1 menit dengan narasi lucu ala emak-emak nyinyir. Aktivitas ini menyenangkan karena selain memasak saya bisa membuat video dan belajar over voice. Nggak mudah lho, menirukan suara Mak Unyeng yang kata teman saya cukup fenomenal nyinyirnya.

Tak ingin berkarya sendiri, di lain saya mencoba kesempatan untuk membuat lagu dan mengajak beberapa teman kampus berkolaborasi. Berawal dari kegabutan di akhir pekan dan tidak sengaja mengutak-atik aplikasi garage di ponsel lalu tercipta beberapa lagu. Salah satunya dibuatkan video klip dengan kolaborasi jarak jauh. Tidak usah bertanya bagaimana proses pembuatan video klip “Mlaku-Mlaku Plesiran”. Kami sangat mengandalkan jaringan  switch untuk tetap bisa  terhubung dan berakting seolah bermain musik sesuai dengan ritme.

Sukses berkolaborasi dengan teman kampus, berikutnya saya mengajak teman traveling mengobrol panjang. Kerinduan akan hobi jalan-jalan, saya curahkan dalam podcast bertajuk Jalan2Cuap2. Aplikasi anchor.fm memudahkan membuat podcast dan kolaborasinya. Tapi syaratnya koneksi internet harus bagus agar obrolan online tidak terjadi delay. Tapi dengan switch  saya tidak perlu khawatir, mengobrol jarak jauh dengan dua teman sekaligus tidak masalah.

Review: Kebebasan Berkolaborasi Tanpa Batas Bersama #switch. (Foto: Danan Wahyu Sumirat)



Jaringan internet switch  benar-benar membuat saya bebas berekspresi. Mungkin fisik saya di dalam rumah tapi jiwa dan imajinasi  sudah melanglang buana bersama karya kolaborasi.

The New Normal tetap produktif

Saat kondisi the new normal semuanya memang tidak seperti dulu. Saya kembali bekerja dengan pola split work untuk menghindari bertemu banyak orang tapi belajar tetap online. Tidak terasa beberapa proyek tugas telah diselesaikan dan mulai terbiasa dengan kolaborasi jarak jauh. Betapa senangnya salah satu proyek aplikasi kami sudah tersedia di App Store dan bisa diunduh.

Review: Kebebasan Berkolaborasi Tanpa Batas Bersama #switch. (Foto: Danan Wahyu Sumirat)



Hikmah pandemi memberikan banyak  kesempatan untuk belajar dan beradaptasi. Saya menjadi terbiasa mengerjakan tugas kantor dari rumah yang nyatanya lebih produktif. Bayangkan berapa waktu, energi dan biaya yang diperlukan jika hanya untuk menghadiri rapat harus ke kantor. Tapi disisi lain kita juga perlu beradaptasi dengan teknologi telekomunikasi dan informasi. Dulu kita tidak membutuhkan video conference,  namun sekarang menjadi aplikasi wajib di gawai. Begitu juga dengan jaringan internet. Kita tidak akan mungkin bisa bekerja dan belajar jarak jauh tanpa internet kecepatan tinggi yang stabil.

Review: Kebebasan Berkolaborasi Tanpa Batas Bersama #switch. (Foto: Danan Wahyu Sumirat)



Internet berkecepatan tinggi tidak hanya untuk bekerja atau belajar tapi juga aktivitas rekreatif yang tidak bisa dilakukan saat pandemi seperti piknik digital atau bermain game online. Saya bukan penggemar game tapi beberapa rekan kantor aktif melakukan e-sport. Aplikasi  switch menyediakan games online ringan yang dapat dimainkan bersama. 



Tantangan menyelesaikan beragam misi akan mendapatkan rewards dan ini dapat ditukarkan dengan deals seperti voucher potongan di marketplace, hotel, tempat makan dan lainnya.  Apa nggak bikin excite everyday life!

Ready To switch



Kita tidak tahu kapan pandemi akan berakhir. Tapi roda  ekonomi harus berputar dan tetap produktif tanpa mengabaikan protokol kesehatan. Banyak yang berubah setelah pandemi. Tapi apakah saya siap dengan perubahan ini?

Bayangkan dulu setiap akhir pekan menyebrang ke Singapura atau Malaysia untuk membuat konten. Tapi sekarang kedua negara tersebut belum mengijinkan pelancong masuk. Sekarang setiap akhir pekan, saya  hanya di rumah dan tidak melakukan apa-apa. Beruntung sebulan lalu seorang rekan mengajak untuk membuat video edukasi bagi anak-anak. Meski proses pra produksi dan pasca dilakukan melalui telewicara tapi kegiatan ini sangat produktif. Saya dapat berkolaborasi dan belajar dengan orang-orang baru. 

Saya jadi terbuka dengan hal baru dan tidak berpikir bahwa traveling adalah satu-satunya hal yang bisa dilakukan di akhir pekan. Kita memang harus berubah tapi di saat pandemi tidak mudah tanpa dukungan jaringan internet yang cepat dan stabil. Are you ready to switch?

Review oleh: Danan Wahyu Sumirat (Juara favorit Blog Competition switch x Kompasiana).